Langsung ke konten utama

Resep Tumpeng Nasi Kuning


Tumpeng Nasi Kuning dan Lauk-pauknya (Foto Dok.Pribadi/Nurul Astuti)

Tumpeng nasi kuning adalah sajian nasi kuning berbentuk kerucut yang dilengkapi dengan lauk-pauk ditata di atas tampah atau tambir. Tradisi yang lekat dengan budaya Jawa ini sering dihidangkan  pada acara-acara khusus seperti peringatan hari kelahiran, pernikahan, hari kemerdekaan maupun acara peresmian.

Sebenarnya Tumpeng Nasi Kuning memiliki makna filosofi yang dalam. Bentuk kerucut adalah simbol hubungan kepada Tuhan sedangkan aneka lauk pelengkap memiliki makna kehidupan baik untuk diri sendiri maupun hubungan sesama manusia. 

Akhirnya saya belajar membuat tumpeng nasi kuning untuk merayakan hari ulang tahun anak. Diniati sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT juga untuk menyenangkan hati ananda yang tepat pada 22 Desember 2020 merayakan hari kelahirannya yang ke 15.

Yuk simak resep Tumpeng Nasi Kuning yang saya buat ini. Sebenarnya dari segi budaya Jawa belum sempurna sajian lauk-pauknya. Tapi tidak apa-apa, lain waktu diperbaiki. Tumpeng nasi kuning kali ini ukuran mini. Alhamdulillah keluarga suka dan sangat menikmati.


1.   Nasi Kuning


Nasi kuning yang sudah masak (Foto: Dok. Pribadi/ Nurul Astuti)


Bahan :

·   1 kg beras. Cuci kemudian rendam dulu selama 30 menit

·   1.000 ml santan

·   Bumbu uleg/dihaluskan :5 siung bawang merah, 6 ruas jari kunyit, 2 ruas jari jahe.

·   Bumbu tambahan : 2 batang sereh dimemarkan, 2 iris lengkuas dimemarkan,  2 lembar daun jeruk, 2 lembar daun salam.

·  1 lembar daun pandan

·  Garam dan gula pasir

Cara membuat :

·   Rebus santan beserta bumbu halus dan bumbu tambahan. Aduk terus sampai mendidih

·   Masukkan gula dan garam. Tes rasa.

·   Jika sudah mendidih, matikan kompor

·   Saring santan.

·   Cuci kembali beras yang sudah direndam.

·   Selanjutnya masak beras bersama santan. Masukkan juga daun pandan. Proses ini disebut mengaroni beras. Aroni beras sampai santan menyusut. Kemudian matikan kompor .

·   Selanjutnya kukus beras kuning selama lebih kurang 20 – 30 menit.


2.   Perkedel Kentang


Adonan perkedel yang telah dicetak bundar pipih (Foto: Dok. Pribadi/ Nurul Astuti)


Bahan yang disiapkan :

·   1 kg kentang

·   1 sdm tepung terigu

·   3 butir bawang putih

·   ¼ sdt merica bundar (bisa menggunakan merica bubuk)

·   Garam dan kaldu bubuk sesuai selera.

·  1 butir telur untuk baluran

Cara membuat :

·   Kukus kentang yang telah dikupas dan dicuci. Kukus sampai empuk.

·   Haluskan kentang selagi masih panas.

·   Haluskan bumbu : bawang putih dan merica.

·   Campur kentang, terigu dengan bumbu. Masukkan juga garam dan kaldu bubuk.

·   Cetak adonan kentang bentuk bundar pipih.

·   Kocok telur untuk baluran adonan perkedel.

·   Goreng adonan perkedel sampai berwarna kuning kecoklatan.

 

3.   Kering Tempe


Bahan-bahan untuk membuat kering tempe (Foto: Dok Pribadi/Nurul Astuti)


Bahan :

·   1 lonjor tempe ukuran panjang. Diiris bentuk korek api.

·   Bumbu uleg : 3 siung bawang merah, 2 butir bawang putih, 5 buah cabai merah keriting

·   Bumbu iris : 3 siung bawang merah dan 3 buah cabai merah

·  1 sdm gula merah

·  2 ruas jari lengkuas (dimemarkan)

·  2 lembar daun salam

·  2 lembar daun jeruk

·  Sedikit garam

·  1/2 sdt kaldu bubuk

Cara membuat :

·   Goreng tempe yang sudah diiris.

·   Panaskan sedikit minyak goreng, tumis bumbu halus kemudian masukkan bumbu iris serta lengkuas, daun salam dan daun jeruk.

·   Jika sudah harum aroma tumisan bumbu kemudian beri sedikit air. Kira-kira ¼ gelas belimbing. Masukkan irisan gula merah, garam dan kaldu bubuk. Tes rasa.

·   Jika gula merah sudah larut, matikan kompor. Selanjutnya masukkan tempe, kemudian aduk sampai rata.


4.   Urap Sayur


Bahan urap sayur  (Foto: Dok Prbadi/ Nurul Astuti)


Khusus untuk urap sayur ini, sayur yang saya miliki tidak selengkap sesuai dengan kebiasaan nasi tumpeng. Biasanya dalam nasi tumpeng, sayur urap terdiri dari kangkung, bayam, kacang panjang, wortel dan tauge. Setiap jenis bahan sayur tersebut punya makna filosofi yang dalam

Bahan-bahan sayur yang saya miliki:

·  Tauge

·  Kenikir

·  Kacang panjang

·  2 genggam kelapa parut.

·  1 sdm gula merah

·   Bumbu uleg/halus : 2 ruas jari kencur, 2 buah cabai rawit merah

·   Sedikit garam

Cara membuat :

·   Rebus sayur-sayuran, kemudian tiriskan.

·   Sangrai bumbu halus di dalam wajan. Tidak perlu pakai minyak goreng.

·   Masukkan gula merah dan garam. Aduk merata

·   Tes rasa asin dan manisnya. Jika gula merah sudah larut, matikan kompor.

·   Masukkan bahan sayuran, aduk-aduk.


5.   Ayam goreng

Sebenarnya untuk Tumpeng Nasi Kuning, lauk ayam yang disajikan adalah ayam ingkung. Yakni olahan ayam dengan bumbu santan berempah.

Tapi kali ini saya akan membuat ayam goreng tepung. Ala-ala ayam goreng kentucky gitu. Sebab anak-anak saya suka

Bahan-bahan yang disiapkan:

·   ½ kg ayam, potong-potong sesuai selera.

·   Bumbu uleg untuk merendam ayam :½ sdt ketumbar, 2 butir bawang putih, 1 ruas jari kunyit

·   Tepung pelapis : 400 gr tepung terigu pro rendah, ½ sdt baking powder, ¼ sdt garam dan 1 sdt kaldu bubuk.

·   1,5 gelas air dingin. Air es dari lemari es.

Cara membuat :

·   Rendam dulu ayam dalam bumbu uleg minimal setengah jam. Semakin lama semakin baik agar bumbu lebih meresap.

·   Campur bahan tepung pelapis. Ini adonan tepung kering. Tes rasa, kadar asinnya sesuai selera.

·   Tiriskan ayam lemudian masukkan dalam adonan tepung. Aduk-aduk dan guling-gulingkan ayam dalam tepung. Tidak usah ditekan-tekan.

·   Kemudian celupkan satu persatu ayam ke dalam air es. Selanjutnya sisihkan dalam wadah tertentu.

·   Masukkan kembali ayam ke dalam adonan tepung. Aduk-aduk lagi

·   Lakukan proses tersebut di atas sampai tiga kali.

·   Kemudian goreng ayam dalam minyak panas.


6.   Telur dadar


(Gambar telur dadar)

Sebenarnya untuk telur pelengkap tumpeng nasi kuning adalah telur rebus bulat utuh. Mengandung makna untuk mencapai suatu tujuan butuh kerja keras dan keuletan

Kali ini saya menyajikan telur dadar. Kesukaan anak-anak.

Bahan dan cara membuatnya mudah sekali. Tiga butir telur dikocok beri sedikit garam kemudian goreng. Setelah matang diris tipis.


7.   Penyajian Tumpeng Nasi Kuning dan Lauk-Pauknya


Aneka lauk untuk Tumpeng Nasi Kuning (Foto: Dok. Pribadi/ Nurul Astuti)

Dalam penyajian Tumpeng Nasi Kuning yang dibutuhkan adalah tambir/tampah dan daun pisang . Tambir adalah wadah terbuat dari anyaman bambu yang tepiannya tidak tinggi.

Karena Tumpeng Nasi Kuning Mini, maka tambir yang saya siapkan adalah ukuran diamater 30 cm.


Tambir ukuran diameter 30 cm (Foto: Dok.Pribadi/ Nurul Astuti)


Langkah-langkah dalam penyajian Tumpeng Nasi Kuning Mini

·   Alasi permukaan tambir dengan daun pisang. Bisa hiasi pinggirannya dengan daun pisang yang dilipat bentuk segitiga. Tapi saya tidak sempat membuat lipatan segitiga ini.

·   Cetak nasi kuning berbentuk kerucut

·   Letakkan tumpeng nasi di tengah

·   Tata lauk mengelilingi nasi tumpeng

·   Bisa diberi hiasan tomat bentuk bunga, timun yang ditata berputar dan daun selada di sela antara lauk yang berbeda.


Tumpeng Nasi Kuning untuk perayaan ulang tahun (Foto: Dok. Pribadi/ Nurul astuti)
 

Demikian resep Tumpeng Nasi Kunig Mini dari saya. Tentunya Tumpeng Nasi Kuning yang saya buat ini masih jauh dari kesempurnaan sesuai dengan pakemnya. Juga sajian saya ini dalam ukuran sederhana untuk keluarga sendiri. Tapi bahagia rasanya dapat menyajikan kuliner tradisional untuk merayakan hari kelahiran anggota keluarga.

Sekalian mengenalkan kepada anak-anak makna tradisi penyajian Tumpeng Nasi Kuning. Yakni pesan-pesan mulia yang disimbolkan dalam bentuk makanan. Rasa syukur kepada Tuhan dan panduan hidup sesama manusia.

Indahnya budaya Indonesia. Selamat mencoba.

********

Teman-teman bisa follow akun medsos saya,

IG  @nurul_triedhiastuti

FB   Nurul Astuti

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen Tiga Paragraf (Pentigraf)

Foto: Dok.Pribadi/Nurul Astuti Pentigraf  singkatan dari Cerpen Tiga Paragraf. Digagas pertama sekali oleh Sastrawan dan Akademisi Universitas Negeri Surabaya Dr. Tengsoe Tjahjono. Menulis adalah kegiatan yang dapat membahagiakan hati. Karena dengan menulis kita menjadi terus belajar agar diri ini memeroleh ilmu berguna dan pada akhirnya bisa berbagi ilmu tersebut kepada orang lain.  Saya, sebagai ibu rumah tangga menjadikan kegiatan menulis bagian dari warna-warni kehidupan sehari-hari. Menulis apa yang dilakukan, menulis apa yang dibaca, menulis dari yang didengar dan yang dilihat. Alhamdulillah, menyenangkan sekali. Kembali lagi ke Pentigraf. Saya suka sekali menulis cerita model Pentigraf ini. Ada tantangan tersendiri dalam menulis Cerpen Tiga Paragraf  karena menuangkan ide dan unsur-unsur cerita dalam ruang yang sempit. Mengasyikkan sekali karena cerita disajikan secara ringkas sehingga dengan cepat dapat dinikmati. Terlampir saya tulis beberapa hal terkait penulisa...

Resep Roti Tawar Kukus Metode Autolisis

Roti tawar kukus yang barusan matang (Foto:Dok.Pribadi/Nurul astuti) Roti tawar adalah jenis roti yang sangat digemari. Cocok sekali dihidangkan untuk sarapan pagi. Bisa dimakan tanpa olesan bahan lain atau jika ingin lebih enak diberi olesan margarin dan selai.  Kali ini saya akan berbagi resep roti tawar kukus. Hasilnya sangat lembut dan moisty (lembab). Teknik kali ini adalah metode autolyse atau autolisis.Teknik autolisis adalah teknik membuat adonan roti dengan mencampurkan tepung dengan air terlebih dulu tanpa ragi. Diberi jeda waktu minimal 20 menit dan maksimal sekitar 4 jam Baru setelah masa jeda itu adonan diberi ragi.  Dengan pencampuran air dan tepung dulu tanpa ragi akan membuat proses gluten lebih baik. Gula akan beristirahat kemudian menyatu sehingga proses gluten lebih teratur. Nantinya akan menghasilkan adonan roti yang lebih lembut. Setelah proses pengistirahatan adonan ini baru kemudian diberi ragi. Roti tawar kukus yang barusan dileluarkan dari loyang (Foto...

Cerpenku : Paman Edwin

  Paman Edwin Nurul Astuti   Ilustrasi untuk cerpen Paman Edwin (Foto: Dok.Pribadi/Nurul Astuti) Aku suka sekali dengan Paman Edwin. Sejak mama tidak lagi hidup seatap dengan papa, paman Edwin yang sering menemani diriku. Aku juga tidak tahu, mengapa papa meninggalkan mama. Aku hanya mendengar mama pernah marah-marah kepada papa dengan menyebut seorang nama perempuan. Tante Elly namanya. Aku kenal dengan t ante Elly. Tante cantik teman mama dan papa. Dan mama menyebut nama itu dengan wajah berwarna merah keungu-unguan. Sampai-sampai mama melempar guci China pemberian kakek yang indah sekali. Guci itu hancur berkeping-keping dengan tangisan mama yang terburai-burai. Beberapa minggu setelah itu papa tidak hidup bersama kami lagi. Dan mama menangis lagi, kali ini mama menangisi guci yang pecah. Mama menyesal sekali. Paman Edwin ibarat capung yang berterbangan di taman bunga yang indah. Mengajakku bermain sambil berterbangan kian kemari. Paman pintar sekali bercerita. Mendong...