Langsung ke konten utama

Resep Donat Pandan, Rasanya Legit dan Gurih Cita Rasa Santan

 

Donat Pandan rasanya legit cita rasa santan (Foto: Dok.Pribadi/Nurul Astuti)

Donat selalu disukai oleh segala kalangan, anak-anak maupun orang dewasa. Banyak variant donat. Semuanya punya ke-khasan tersendiri. Kali ini saya membuat Donat Pandan yang memiliki cita rasa legit dan gurih karena berbahan santan.

Yuk kita coba resep di bawah ini untuk disajikan ke keluarga. Siapa tahu juga bisa untuk usaha. 

Bahan yang disiapkan :

• 250 gr tepung terigu protein tinggi

• 3 sdm gula pasir

• 2 kuning telur

• 130 ml santan. Bisa dari 1 sachet santan instan 65 ml dicampur 65 ml air. Aduk.

• 1,5 sdt ragi instan (bisa fermipan atau mauripan)

• sedikit pasta pandan

• 2 sdm margarin

* sdm = sendok makan

* sdt = sendok teh

Bahan topping : 

• gula halus secukupnya (ini kali saya menggunakan gula pasir halus)

bisa juga

• coklat glaze tabur mesis


Cara buat :

• Larutkan terlebih dulu gula pasir ke dalam cairan santan. Agar nanti menghasilkan adonan yang lembut. 

• Beri sedikit pasta pandan ke dalam cairan santan tadi. Kira-kira 6 tetes. Aduk rata. Sisihkan dulu.

Cairan santan untuk Donat Pandan. Sudah dicampuri gula pasir dan pasta pandan (Foto: Dok.Pribadi /Nurul Astuti)


• Ayak tepung terigu, agar menghasilkan adonan yang lembut.

• Masukkan ragi instan ke dalam tepung. Aduk rata menggunakan sendok atau spatula. Pastikan kondisi ragi masih bagus (tidak terlalu lama).

• Masukkan kuning telur ke adonan tepung. Aduk rata menggunakan sendok/spatula. 

• Masukkan sedikit demi sedikit cairan santan. Aduk adonan dengan sendok/spatula. Lakukan sampai semua santan tertuang. 

Masukkan santan sedikit demi sedikit ke adonan Donat Pandan (Foto:Dok.Pribadi/Nurul Astuti)

• Masukkan margarin ke adonan. Kemudian uleni adonan dengan tangan. Pastikan tangan sudah dicuci bersih.

• Uleni adonan menggunakan teknik seperti orang mencuci baju secara manual. Mirip gerakan menggilas baju.

• Uleni adonan sampai kalis. Kalis adalah adonan tidak lengket dan bertekstur kenyal.

Adonan Donat Pandan yang sudah kalis (Foto: Dok.Pribadi/Nurul Astuti)


• Proofing (istirahatkan) adonan selama 45 menit. Dengan cara ditutup plastik atau serbet bersih. 

• Selesai proofing, selanjutnya cetak adonan. Bagi adonan menjadi 16. Kemudian bentuk bulat. Tata di atas serbet/kain bersih yang sudah ditaburi tepung terigu tipis-tipis. Maksud dari ditata di atas serbet agar nanti gampang dalam proses membolongi adonan.

Membentuk adonan Donat Pandan menjadi bulat (Foto: Dok.Pribadi/Nurul Astuti)


• Selanjutnya pipihkan adonan bulat-bulat tersebut. Kemudian lubangi tengahnya bisa menggunakan apa saja yang ada di rumah. Kali ini saya menggunakan bagian bawah spuilt (cetakan kukis). Adonan lebih hasil cetak bolong bisa dibuat bentuk bulat-bulat kecil untuk sate donat. Lakukan semua sampai habis 

Melubangi adonan Donat Pandan (Foto: Dok.Pribadi/Nurul Astuti)


• Proofing lagi adonan donat yang sudah tercetak selama 30 menit. Tutup dengan kain bersih

• Jika sudah selesai proofing, siap digoreng. Siapkan minyak goreng di wajan. Dengan volume minyak agak banyak .

• Goreng adonan donat dengan api kecil. Lakukan semua sampai habis.

Menggoreng Donat Pandan dengan api kecil saja (Foto: Dok.Pribadi/Nurul Astuti)


• Biarkan donat yang sudah digoreng menjadi dingin.

Donat Pandan yang telah digoreng (Foto: Dok.Pribadi/Nurul Astuti)


• Beri topping gula halus. Caranya tata donat pada piring kemudian gunakan saringan untuk menabur gula halus.

• Donat Pandan siap disajikan

Donat Pandan yang lezat (Foto:Dok.Pribadi/Nurul Astuti)


Demikian Resep Donat Pandan. Pasti keluarga suka, terutama anak-anak. Cocok untuk teman minum teh atau ngopi bersama keluarga. 

Selamat mencoba semoga berhasil.

Silakan tulis di komentar jika ada pertanyaan dari teman-teman.


Follow juga akun medsos saya, terima kasih...

IG   @nurul_triedhiastuti

FB    Nurul Astuti

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen Tiga Paragraf (Pentigraf)

Foto: Dok.Pribadi/Nurul Astuti Pentigraf  singkatan dari Cerpen Tiga Paragraf. Digagas pertama sekali oleh Sastrawan dan Akademisi Universitas Negeri Surabaya Dr. Tengsoe Tjahjono. Menulis adalah kegiatan yang dapat membahagiakan hati. Karena dengan menulis kita menjadi terus belajar agar diri ini memeroleh ilmu berguna dan pada akhirnya bisa berbagi ilmu tersebut kepada orang lain.  Saya, sebagai ibu rumah tangga menjadikan kegiatan menulis bagian dari warna-warni kehidupan sehari-hari. Menulis apa yang dilakukan, menulis apa yang dibaca, menulis dari yang didengar dan yang dilihat. Alhamdulillah, menyenangkan sekali. Kembali lagi ke Pentigraf. Saya suka sekali menulis cerita model Pentigraf ini. Ada tantangan tersendiri dalam menulis Cerpen Tiga Paragraf  karena menuangkan ide dan unsur-unsur cerita dalam ruang yang sempit. Mengasyikkan sekali karena cerita disajikan secara ringkas sehingga dengan cepat dapat dinikmati. Terlampir saya tulis beberapa hal terkait penulisa...

Resep Roti Tawar Kukus Metode Autolisis

Roti tawar kukus yang barusan matang (Foto:Dok.Pribadi/Nurul astuti) Roti tawar adalah jenis roti yang sangat digemari. Cocok sekali dihidangkan untuk sarapan pagi. Bisa dimakan tanpa olesan bahan lain atau jika ingin lebih enak diberi olesan margarin dan selai.  Kali ini saya akan berbagi resep roti tawar kukus. Hasilnya sangat lembut dan moisty (lembab). Teknik kali ini adalah metode autolyse atau autolisis.Teknik autolisis adalah teknik membuat adonan roti dengan mencampurkan tepung dengan air terlebih dulu tanpa ragi. Diberi jeda waktu minimal 20 menit dan maksimal sekitar 4 jam Baru setelah masa jeda itu adonan diberi ragi.  Dengan pencampuran air dan tepung dulu tanpa ragi akan membuat proses gluten lebih baik. Gula akan beristirahat kemudian menyatu sehingga proses gluten lebih teratur. Nantinya akan menghasilkan adonan roti yang lebih lembut. Setelah proses pengistirahatan adonan ini baru kemudian diberi ragi. Roti tawar kukus yang barusan dileluarkan dari loyang (Foto...

Cerpenku : Paman Edwin

  Paman Edwin Nurul Astuti   Ilustrasi untuk cerpen Paman Edwin (Foto: Dok.Pribadi/Nurul Astuti) Aku suka sekali dengan Paman Edwin. Sejak mama tidak lagi hidup seatap dengan papa, paman Edwin yang sering menemani diriku. Aku juga tidak tahu, mengapa papa meninggalkan mama. Aku hanya mendengar mama pernah marah-marah kepada papa dengan menyebut seorang nama perempuan. Tante Elly namanya. Aku kenal dengan t ante Elly. Tante cantik teman mama dan papa. Dan mama menyebut nama itu dengan wajah berwarna merah keungu-unguan. Sampai-sampai mama melempar guci China pemberian kakek yang indah sekali. Guci itu hancur berkeping-keping dengan tangisan mama yang terburai-burai. Beberapa minggu setelah itu papa tidak hidup bersama kami lagi. Dan mama menangis lagi, kali ini mama menangisi guci yang pecah. Mama menyesal sekali. Paman Edwin ibarat capung yang berterbangan di taman bunga yang indah. Mengajakku bermain sambil berterbangan kian kemari. Paman pintar sekali bercerita. Mendong...